Halaman

Menggoreng Snack

Faktor penting
Ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika kita menggoreng snack.

1. Jenis minyak
    Minyak goreng kita umumnya dibuat dari kelapa sawit. Tetapi sesungguhnya gorengan yang bagus harus digoreng di dalam minyak kelapa. Selain mahal, minyak seperti ini kurang baik untuk kesehatan.
    Gorengan yang dimatangkan di dalam minyak kelapa, akan menghasilkan forengan yang renyah. Kerenyahannya pun tahan lama. Karena itu snack yang berupa kletikan dan keripik, lebih aman digoreng di dalam minyak kelapa. Selain harus renyah hasilnya, juga dimakan dalam waktu lama, tidak sekaligus habis.
     Sekarang ada minyak padat, yang begitu kena temperatur ruangan, langsung membeku. Sehingga kalau menyerap minyak pun snack tidak terasa berminyak. Kue-kue yang membutuhkan waktu matang lebih lama, sangat disarankan digoreng di dalam minyak padat karena makin lama snack digoreng, makin banyak menyerap minyak. Misal donat, panada.

2. Temperatur minyak
    Temperatur minyak sangat ditentukan oleh jenis snack yang digoreng. Ada snack yang harus digoreng di dalam minyak dingin, misal kue kecipir. Ada yang dimatangkan di dalam minyak dengan panas sedang. Minyak panas sedang diterapkan pada umumnya snack. Ada juga yang minyaknya harus panas sekali. Biasanya pada kue-kue yang hanya digoreng untuk memberi warna, bukan untuk mematangkan. Misal risoles, kroket, lumpia.

Teknik menggoreng
Teknik menggorengnya ada yang harus diaduk-aduk terus menerus. Misal kue onde-onde. Ada juga yang dibalik sekali saja sudah cukup.
Bila panasnya minyak atau teknik penggorengan tidak tepat, maka hasil snack tidak sempurna.yang seharusnya menggembung, misalnya malah jadi kisut/kempes. Teknik mengaduk juga penting. Donat yang bulat harus terus diaduk karena selalu terbalik sendiri sehingga bila tidak diaduk, warnanya tidak rata.

Bentuk wajan menggoreng
Kue tertentu seperti risoles, lebih bagus hasilnyadan lebih tidak mudah pecah kalau digoreng di penggorengan yang datar, bukan yang cembung.

Lama menggoreng
Lama menggoreng ditentukan pada tebal tipisnya snack, besar kecilnya volume snack. Juga apakah makanan tersebut sudah matang. Misal kroket dan risoles. Karena sudah matang, maka menggorengnya sebentar saja. Kue yang mudah pecah kalau terkena panas terlalu lama, juga sebaiknya digoreng tidak terlalu lama.

Snack yang dimasukkan ke dalam minyak dalam keadaan mentah seperti donat, roti goreng, atau panada, harus digoreng lama. Karena itu minyakntidak boleh terlalu panas supaya snack bisa matang sampai ke dalam.

Setelah digoreng
Setelah digoreng, snack ditiriskan di dalam peniris sampai minyak turun betul. Jangan taruh diatas kertas begitu diangkat. Kertas akan menjadi basah dan gorengan kembali basah. Biarkan dulu di peniris. Setelah minyak turun, baru pindahkan ke atas kertas.

Snack yang waktu renyahnya singkat, sebaiknya langsung dimakan selagi hangat dan masih renyah

Minyak baru versus minyak bekas
Apakah menggoreng snack harus memakai minyak baru? Atau cukup minyak bekas? Minyak baru tentu lebih segar karena belum tercemar aroma masakan/kue sebelumnya.

Kalau memakai minyak bekas, paling tidak saring dulu sampai bersih. Atau masukkan kentang, goreng sampai kentang menyerap seluruh rasa dan bau.

Menghangatkan gorengan
Gorengan seringnya tidak enak lagi dipanaskan. Selain bakal menyerap minyak, juga menjadi keras. Panaskan di microwave saja tetapi hasilnya tidak akan serenyah ketika baru matang.

Gorengan yang enak
- tidak boleh keras
- tidak boleh menyerap minyak
- kalau dimakan, tidak menimbulkan rasaq eneg
- aroma minyaknya segar

Sumber: buku Sedap



1 komentar:

  1. Terima kasih, sarannya bagus sekali.
    Salam sukses dan jaya selalu yah..

    http://www.gafiseasoningfactory.com/
    Golden Aroma Food Indonesia
    0812 2068 0608

    BalasHapus