Sebenarnya sudah 1 tahun yang lalu aku dan suami punya keinginan mau ke Rinjani yang banyak orang bilang pemandangannya bagus banget, tapi akhirnya trekking Rinjani bisa terwujud bertepatan dengan libur Lebaran 2012 ini. Bisa dibilang ini saja rencana dadakan juga, sebulan sebelum Lebaran ada teman yang kebetulan ngajakin ke Rinjani tapi masih bingung maunya kapan. Alhasil setelah diskusi panjang lebar, ditetapkan trekking Rinjani tgl 19-22 Agt 2012. Karena selain pas hari libur lumayan panjang dan bulan Agustus termasuk bulan yang bagus untuk trekking Rinjani mungkin karena faktor cuaca cerah belum masuk musim hujan. Tapi menurut guide bilang sih paling bagus trekking ke Rinjani bulan-bulan setelah musim hujan berakhir sekitar bulan April-Juni karena pemandangannya masih hijau-hijau. Sedangkan bulan setelah itu, biasanya rumput-rumput berwarna kuning dan ada beberapa bagian yang berwarna hitam karena terbakar.
Berhubung ini merupakan trekking pertama kami, kami mulai cari-cari informasi di internet. Tentu saja yang kami cari pertama adalah travel agent yang bersedia menyediakan guide dan porter untuk trekking Rinjani yang bertepatan dengan hari libur Lebaran. Sempat ragu juga sih awalnya, karena biasa pas Lebaran banyak yang libur. Tapi akhirnya kami pun menemukan travel agent yang bersedia setelah ada beberapa travel agent yang menolak kami sebelumnya.
Awalnya sempet deg-degan juga waktu transfer uang pelunasan trekking beberapa hari sebelum hari h kami semua ke Lombok. Takut ternyata travel agentnya cuma kedok aja untuk melakukan penipuan seperti banyak kasus yang marak sekarang ini. Soalnya dari awal kita komunikasi dan sepakat hanya lewat ym, bbm dan telepon saja. Tapi akhirnya puji Tuhan semua berjalan lancar=)
Info kedua yang kami cari dari internet adalah perlengkapan apa saja yang dibutuhkan untuk trekking. Karena kami buta sama sekali tentang trekking, belum ada bayangan medannya kaya apa. Mulailah kami aktif nanya-nanya di forum, teman yang pernah trekking maupun tanya ke travel agent nya langsung.
Dari semua info yang kami dapat beberapa perlengkapan yang diperlukan untuk trekking sebagai berikut:
1. Sepatu atau sepatu sandal trekking
Sepatu trekking dari bentuk luar sudah keliatan kalau bahannya lebih kokoh dan terkesan kaku daripada sepatu kets.Kami memutuskan untuk tidak membeli sepatu trekking. Karena harganya lumayan sekitar 300 ribuan untuk sepatu yang kualitasnya lumayan, selain itu juga takut ga kepakai setelah trekking. Apalagi kalau sepatu trekking aku pakai kaya sepatu badut karena kakiku jadi keliatan besar banget. hahaha
Akhirnya kami memutuskan memakai sepatu kets aja meski banyak yang bilang kalau pakai sepatu kets biasanya jebol (ini terbukti benar, karena sol sepatu kets kami mulai kelaparan setelah trekking). Selain sepatu kets, kami akhirnya juga beli sepatu sandal trekking. Untuk jaga-jaga sepatu ketsnya ga bisa kepake lagi.hehehe
2. Jaket
Jaket yang dipakai biasa ada 2 lapis. Jaket dalam dan luar. Semuanya punya peran penting masing-masing. Jaket luar biasa yang windproof dan waterproof supaya bisa menahan udara dingin ga tembus ke badan. Sedangkan jaket dalam fungsinya untuk menghangatkan badan. Jadi urutan yang dipakai waktu trekking adalah baju biasa yang melekat ke badan, jaket dalam dan jaket luar.
3. Celana panjang dan celana pendek outdoor
Celana berbahan jeans tidak disarankan dipakai untuk trekking, meski ada juga beberapa orang yang pakai karena celana jeans selain tergolong berat, juga tembus udara dingin. Sedangkan untuk trekking, dibutuhkan celana yang meringankan kita berjalan dan tidak membuat kita kedinginan. Celana yang disarankan dipakai untuk trekking adalah yang berbahan ringan kaya polyster, parasit, nylon dan bahan lainnya yang ringan. Kalau masih terasa dingin bisa di dobel pakai celana long john untuk lapisan dalam. Oiya, kalau celana pendek juga alternatif bisa dibawa atau engga. Celana pendek biasa digunakan pas kita berjalan karena selain ringan juga ga panas. Celana panjang lebih dibutuhkan kalau kita dalam keadaan tidak terlalu banyak bergerak seperti tidur dan istirahat makan.
4. Sarung tangan
Fungsi sarung tangan disini ada 2, kalau waktu malam untuk menghangatkan tangan karena udaranya lumayan dingin semakin ke puncak. Sedangkan kalau siang untuk menghindari tangan menjadi gosong. Tanganku udah jadi salah satu korban gosong. Kalau siang diatas gunung panas matahari sebenarnya menyengat tapi berhubung udara disana sejuk jadi ga gitu kerasa. Nah, mulai kerasanya nih kalau udah sore...tangan merah-merah plus perih. Salah di akunya juga sih, cm kasih sunblock cm di kaki aja.
5. Topi
Topi yang kami bawa untuk trekking adalah topi kupluk yang kami gunakan pas udaranya dingin dan topi biasa yang kami gunakan waktu panas agar melindungi muka dari sinar matahari.
6. Jas hujan
Sebenarnya ini cuma perlengkapan alternatif aja. Jas hujan diperlukan kalau trekking pas musim hujan. Kalau pas musim kemarau tidak diperlukan. Meski kami mendaki termasuk musim kemarau, tapi kami memutuskan untuk beli jas hujan, mengingat si travel agent menyarankan begitu karena kita tidak bisa memprediksi situasi alam disana. Tapi begitu ketemu sama guide, dia bilang ga perlu dibawa karena di gunung ga hujan meski kabut tebal. Alhasil, kami pun meninggalkan jas hujan kami dan lumayan mengurangi beban bawaan kami.
7. Kacamata
Biasa yang dibawa kacamata hitam kalau ga ada minus di mata. Pakai kacamata hitam waktu trekking selain agar mata ga silau pas dr sinar matahari, juga untuk melindungi mata dari debu apalagi kalau medannya berpasir.
8. Sunblock
Ini salah satu faktor penting yang perlu dibawa terutama cewek!! Hehehe Faktor utamanya untuk melindungi kulit dari gosong. Selain dipakai untuk badan terutama bagian tangan dan kaki, bawa juga sunblock/cream SPF untuk muka. Ga mau kan kalau pulang dari trekking, biaya perawatan menjulang tinggi karena timbul flek di muka?=)
9. Tissu basah dan tissu kering
Meski simple, tapi tissu basah dan tissu kering sangat-sangatlah berguna kalau kita trekking. Karena waktu trekking, kita sangat menghargai air untuk diminum. Untuk hal-hal lain, seperti buang air kecil, buang air besar, cuci muka, cuci tangan kita percayakan pada tissu basah dan kering.
10. Obat-obatan
Obat yang dibawa biasa obat sakit sehari-hari misalnya seperti obat sakit perut, flu, masuk angin,dll. Kalau kemarin pas kita ke sana sih yang sering kami minum tuh tolak angin. Tolak angin bisa dibilang membantu banget biar kita tetap fit apalagi hawanya dingin banget.
Itu semua perlengkapan yang kami siapkan untuk trekking, karena perlengkapan penting lain seperti tenda, sleeping bag, panci, makanan, minuman, dll sudah disiapkan dari travel agent dan dibawa oleh porter. Jadi kita hanya bawa satu tas yang berisi perlengkapan pribadi kita sendiri.
Oiya, namanya juga tujuan trekking untuk menikmati pemandangan alam....hendaknya kita jangan membuang sampah sembarangan terutama sampah yang tidak bisa membusuk seperti plastik, tissu, dll yang susah teruraikan oleh alam agar pemandangan alam tidak tercemar keindahannya. Usahakan kita selalu menyediakan kantong sampah yang selalu kita bisa kita bawa selama trekking.
Tips Membuat Kue Semprit
Dinamakan kue semprit karena kue dibentuk dengan cara disemprotkan. Karena itu adonan agak lembek dan lunak. Ikuti tip berikut:
1. Kalau adonan terlalu lembek, masukkan kulkas sebentar agar agak keras hingga memudahkan penyemprotan.
2. Jangan menyemprot terlalu lebar karena kue semprit akan sedikit melebar ketika dioven.
3. Jangan tambahkan bahan yang bentuknya kasar. Misal wijen, kacang atau fruitmix. Kacang-kacangan ini akan mampet di dalam spuit.
4. Kalau menggunakan bahan yang kasar, gunakan sebagai taburan saja.
Sumber: buku Saji
Label:
Tips
Tips Membuat Kue Kering Cokelat
Kue kering cokelat banyak peminatnya karena itu usahakan untuk membuatnya. Cokelatnya bisa didapat dari cokelat bubuk, choco chips, cokelat pasta.
1. Cokelat bubuk dimasukkan bersama tepung terigu dalam keadaan diayak.
2. Cokelat pasta sebaiknya dimasukkan ke dalam kocokan mentega. Jangan dimasukkan setelah tepung terigu masuk. Hal ini menyebabkan pengadukan menjadi sulit.
3. Choco chip ada beberapa ukuran. Sesuaikan ukurannya dengan bentuk kue.
4. Kadang kue kering cokelat juga menggunakan dark cooking chocolate. Kue seperti ini akan tetap basah walaupun dioven. Karena itu jangan takut mengeluarkannya dari oven walaupun masih agak lembek. Setelah diluar, kue akan mengeras.
Sumebr: buku Saji
Label:
Tips






