Keju adalah produk olahan dari susu. Pada umumnya susu terbuat dari susu sapi tapi ada juga yang terbuat dari susu kambing dan kerbau. Di Indonesia mengenal beberapa istilah keju yang sering kita dengar seperti Cheddar, Parmesan, Edam, dan Mozarella. Ternyata masih banyak jenis keju yang lain yang jarang kita dengar atau kita temuin di Indonesia. Berikut beberapa jenis keju seperti yang saya kutip dari majalah Pastry & Bakery:
1. Hard Cheese
Keju ini merupakan salah satu bahan keju proses, biasanya dijadikan campuran dalam masakan. Keju ini merupakan paduan yang serasi bila dinikmati dengan red atau rose wine. Beaufort, Bergkase, Cheddar, Manchego dan Parmigiano Regiano merupakan keju yang termasuk dalam jenis hard cheese.
2. Semi Hard Cheese
Keju jenis ini memiliki tekstur lebih lembut dari jenis hard cheese dan memiliki lubang-lubang kecil ketika dipotong. Lubang-lubang ini terbentuk saat proses fermentasi, selain bisa langsung dikonsumsi sebagai pelengkap untuk sandwich biasanya keju ini juga ditambahkan untuk dipanggang dalam kue kering atau cake. Keju yang termasuk dalam semi hard cheese adalah Edam, Gouda, Maasdam, Mimolette, Havarti dan Emmental.
3. White Mould Cheese
Bagian luar keju ini terttutupi oleh lapisan lembut berwarna putih dengan rasa asin yang ringan serta tekstur yang lembut. Biasanya keju ini dinikmati dengan pairing red wine yang ringan. Camembert dan Brie termasuk dalam keju jenis white mould cheese.
4. Blue Mould Cheese
Keju ini terbuat dari susu sapi maupun domba dengan rasa dan aroma yang tajam. Proses pematangan dengan blue mould memberikan pola biru marmer pada bagian dalam. Keju satu ini biasanya dinikmati bersama pairing beer, whiskey dan full bodied red wine. Beberapa keju yang termasuk dalam jenis ini adalah Roquefort, Danablu, Gorgonzola, Blue Stilton dan German Blue.
5. Washed Rind Cheese
Keju ini memiliki rasa yang khas dan rich, semakin lama diperam membuat rasanya semakin kuat. Sebelum diperam, permukaan keju ini disiram dengan brandy, brine atau air garam, minuman khas lokal asal keju ini dibuat. Yang termasuk dalam keju washed rind cheese adalah Pont L'Eveque, Munster, Herve, Weisslacker dan Taleggio.
6. Fresh Cheese
Keju satu ini tidak perlu melalui proses pemeraman atau pematangan sama sekali. Keju segar satu ini bisa disamakan seperti dengan tofu atau tahu yang bisa langsung dinikmati dalam masakan. Feta, Mozzarella, Mascarpone, Ricotta dan Cottage merupakan beberapa keju yang termasuk dalam kategori fresh cheese.
7. Goat Cheese
Keju ini terbuat dari susu kambing. Biasanya dibentuk bulat memanjang atau berbentuk pyramid atau dibungkus dengan daun kacang walnut. Rasa keju satu ini lembut dan creamy ketika berumur masih muda namun akan terasa tajam ketika sudah melalui proses pemeraman yang cukup lama. Yang termasuk dalam goat cheese adalah Sainte-Maure, Chevre, Crottin de Chavignol dan Valencay.
8. Processed Cheese
Keju jenis ini memiliki masa simpan lebih lama. Processed cheese atau keju olahan merupakan keju tanpa proses fermentasi susu. Biasanya dalam roses pembuatannya keju ini ditambahkan beberapa bahan seperti garam, emulsifier dan pewarna makanan. Keju jenis ini yang populer dipergunakan di Indonesia untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri bakery/food service.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar